You & I
We are the same we win and lose in the game of life...
You & I
We seek the truth looking for the signs in the universe...
In this journey... We are companions struglings through life towards our
Way...
CHOURS
Why should a mother cry...
Why should a wife see her husband die...
Oooh tell me why do we have to fight...
Why don't we try just you and I...
Ooh why don't we try...
You & I
We love our land protect our home against any harm...
You & I
Dream of a day when everybody will live in peace...
In this journey... We are companions struglings through life towards our
Way...
CHOURS
Why should a mother cry...
Why should a wife see her husband die...
Oooh tell me why do we have to fight...
Why don't we try just you and I...
Ooh why don't we try...
Throughout history so many senseless wars
Yet we never learn, we're building borders around us
But we still have a chance to heal our wounded world
Let's get rid of hatred and see each other as we really are
Before it's to late, who knows what tomorrow may bring
But without justice there's no way that peace can exist
CHOURS
Why should a mother cry...
Why should a wife see her husband die...
Oooh tell me why do we have to fight...
Why don't we try just you and I...
Ooh can u tell me why should a mother cry...
Why should a wife see her husband die...
Ooooh tell me why do we have to fight...
Why don't we try just you and I...
Ooh can u tell me why should a mother cry...
Why should a wife see her husband die...
Ooooh tell me why do we have to fight...
Why don't we try just you and I...
Why don't we try...
More lyrics: http://www.lyricsmode.com/lyrics/i/irfan_makki/
Minggu, 09 Juni 2013
Jumat, 24 Mei 2013
tere liye-Tidak pernah berputus-asa atas takdir Allah
Tanyakanlah kepada pak petani yang menanam padi
Siang malam dia menyiapkan lahan, berhari-hari menyiangi, membajak,
Menyebar benih penuh pengharapan,
Lantas merawat sawahnya dengan segenap perasaan
Maka sudah tibanya menunggu kebaikan takdir
Menatap hijau padi
Jika Allah berkehendak, besok akan muncul bilur buah
Lebat bergumpal-gumpal, penuh isinya
Tapi jika Allah berkehendak lain, buah padi hanya segelintir
Dimakan tikus, dihabisi hama, sia-sia semuanya
Sungguh tanyakanlah arti menunggu kepada pak petani.
Tanyakanlah kepada pak nelayan yang pergi melaut
Sore berangkat menaiki perahu kayu
Membelah ombak, jauh meninggalkan bibir pantai
Melempar jaring, di malam dingin, angin berhembus kencang
Kadangkala badai tidak bersahabat datang
Maka setelah berjam-jam, jaring diangkat
Jika Allah berkehendak, ikan-ikan menggeliat dibawah temaram bulan
Banyak ikannya, besar-besar begitu menggoda
Tapi jika Allah berkehendak lain, kosong jaringnya hingga ke tepi
Satu-dua saja yang tersangkut, itupun ikan kurus-kurus
Sungguh tanyakanlah arti menunggu kepada pak nelayan
Tanyakanlah kepada pak sopir angkot
Berangkat pagi2 sekali membawa mobilnya
Melintasi jalanan macet, sesak, pengap
Berusaha mencari keberuntungan di setiap gang dan jalan
Maka, setelah seharian narik
Jika Allah berkehendak, penumpangnya banyak tak habis-habis
Jarak pendek, turun naik
Tapi jika Allah berkehendak lain, kosong saja mobilnya hingga petang
Juga sepi hingga malam, hanya menatap kosong macet jalanan
Sungguh tanyakanlah arti menunggu kepada pak sopir angkot
Ada banyak sekali tempat kita bisa bertanya
Dan mereka bisa menjawabnya dengan indah
Pun termasuk tentang perasaan
Aduhai, tanyakanlah urusan perasaan kepada orang yang tepat
Bacalah perumpamaan yang tepat
Bukalah buku2 yang tepat
Maka semoga kita akan paham arti menunggu yang tepat
Tidak keliru, tidak tertipu
Dan selalu bisa bahagia apapun hasilnya
Seperti pak petani, pak nelayan, pak sopir angkot
Kalaupun hasilnya tidak sesuai keinginan
Besok masih bisa menanam padi lagi, melaut, atau narik angkot
Kembali melakukan ritual menunggu
Tidak pernah berputus-asa atas takdir Allah
Langganan:
Postingan (Atom)
Posting Komentar